|
Wednesday, 03 June 2009 09:30 |
|

Ada yang mungkin harus dipikir ulang, tentang sebuah rasa yang seharusnya menjadi gumpalan indah, diantara deret awan di langit hati. Kala fakta memberi jawaban, untuk gundah yang memagar rapat kepasrahan, dalam rotasi jiwa yang tersentak menemukan muaranya.
Benarkah ini hanyalah sebilah takdir yang membelah sisi jiwa dan menyandarkan dalam dimensi yang tak mudah dimengerti?, Sementara bulir – bulir dzikir menguntai indah dari rahim keimanan. Berkilau bening menjuntai anggun menyentuh kelopak sensitif dari bagian rasa yang menggurat dalam. |
|
Last Updated on Wednesday, 03 June 2009 13:16 |
|
Read more...
|
|
|
Sunday, 31 May 2009 20:51 |
|
 Ada sebuah kesadaran menyentak wujud diri ketika usia dewasa menyambangi waktu yang sedang ku runut. Berawal dari pertanyaan seorang teman tentang kapan aku menikah. ‘"Menikah?". Sejenak aku berpikir dan tanpa sadar perenungan dimulai. Menikah sama artinya bahwa aku akan menjadi seorang isteri dan juga tentu diujungnya akan menjadi seorang ibu. Isteri dan Ibu, dua peranan ini yang hakikatnya menjadi milik wanita. |
|
Last Updated on Wednesday, 03 June 2009 13:26 |
|
Read more...
|
|
Wednesday, 27 May 2009 23:22 |
|
 Seperti yang sedia kala… keindahan itu.. kini menjelma menjadi nada – nada cinta penuh gairah Ilahiyah. O… ternyata dengan bahasa hati pemaknaan ikhlas itu ditemukan. Memberi untuk tidak menerima kemudian, berbuat bukan untuk tepukan tangan. Seperti pada fitrahnya… hati yang kini mulai berbenah, karena telah menemukan hakikat itu untuk berbagi pada kumparan rasa yang lama sia – sia memercik nafsu palsu. Cahaya yang kini memberkas, berpijar pada kebekuan rasa yang kini melelehkan cairan ketulusan. |
|
Last Updated on Tuesday, 02 June 2009 15:12 |
|
Read more...
|
|
|
Sunday, 31 May 2009 20:41 |
|
 Menapak tegak kembali. Dalam jenak – jenak perih yang pernah tercipta. Kala gundah meleburkan spirit dalam ujung laku yang kadang tak menemukan arahnya. Berdiam dan menunggu ternyata bukanlah sebuah persinggahan nyaman dalam tataran nurani. Untuk setiap nafas yang pernah terhembus mengiring asa yang serasa kian mengangkasa.
|
|
Last Updated on Tuesday, 02 June 2009 15:13 |
|
Read more...
|
|
Tuesday, 26 May 2009 15:01 |
|
 Memaksimalkan segala yang ada, untuk persembahan terbaik dalam hidup, demi ridhoNya dalam tiap ikhtiar. Semoga keberkahan selalu menyelimuti hati kita, dari hawa dingin kesedihan yang menguras air mata. Semoga kemanfaatan ada dalam tiap amal kita, hingga tak ada ruang kesia-sian yang menyita konsentrasi. |
|
Last Updated on Tuesday, 02 June 2009 15:12 |
|
Read more...
|
|
|
|
|
|
|
Page 3 of 6 |